Home » » SKRIPSI PTK PENINGKATAN MOTIVASI BELAJAR MATEMATIKA DENGAN MENGGUNAKAN MODEL PAKEM

SKRIPSI PTK PENINGKATAN MOTIVASI BELAJAR MATEMATIKA DENGAN MENGGUNAKAN MODEL PAKEM

Written By Shela Kurnia on Kamis, 06 Desember 2012 | 12.23


(KODE : PTK-0096) : SKRIPSI PTK PENINGKATAN MOTIVASI BELAJAR MATEMATIKA DENGAN MENGGUNAKAN MODEL PAKEM (MATEMATIKA KELAS IV)


BAB I 
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Sistem Pendidikan Nasional bertujuan untuk mewujudkan manusia seutuhnya, merujuk dari tujuan Sistem Pendidikan Nasional, betapa pentingnya kebutuhan akan pendidikan, pendidikan merupakan salah satu faktor penentu masa depan generasi penerus bangsa, dan menjadi tolok ukur sumber daya manusia suatu bangsa maka kebutuhan pendidikan harus dipenuhi dan ditingkatkan. Seiring dengan perkembangan zaman serta Pengetahuan dan Teknologi maka Sistem Pendidikan yang ada harus selalu diadakan pembaharuan ke arah yang positif apalagi pada era globalisasi teknologi modern semakin canggih sangat dibutuhkan sumber daya manusia yang berkualitas, kreatif, mandiri, inovatif, dan demokratif bertumpu pada akhlak mulia seperti tertera pada UU No. 20 Tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional pasal 3 yang berbunyi :
Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.
Untuk merealisasi hal tersebut di atas, pembelajaran matematika di Sekolah Dasar BSNP Standar Isi Kelas IV bertujuan agar peserta didik memiliki kemampuan sebagai berikut :
a. Memahami konsep matematika, menjelaskan keterkaitan antara konsep dan mengaplikasikan konsep atau alogaritma, secara luwes, akurat, efisien, dan tepat dalam memecahkan masalah.
b. Menggunakan penalaran pada pola dan sifat, melakukan manipulasi matematika dalam membuat generalisasi, menyusun bukti atau menjelaskan gagasan dan pertanyaan matematika.
c. Memecahkan masalah yang meliputi kemampuan memahami masalah, merancang model matematika, menyelesaikan model dan menafsirkan solusi yang diperoleh.
d. Mengomunikasikan gagasan dengan simbol, tabel, diagram, atau media untuk menjelaskan keadaan dan masalah.
e. Memiliki sikap menghargai kegunaan matematika dalam kehidupan yaitu memiliki rasa ingin tahu, perhatian dan minat dalam mempelajari matematika serta sikap ulet dan percaya diri dalam memecahkan masalah.
Dalam perkembangannya, matematika merupakan ilmu pengetahuan yang mempunyai peranan penting dalam kehidupan sehari-hari, nilai praktis dari matematika telah dirasa orang, penguasaan matematika semakin tidak bisa dihindarkan lagi, karena setiap interaksi dengan dunia ilmu pengetahuan dan teknologi canggih selalu melibatkan matematika dari yang sederhana sampai kompleks, dalam pelaksanaan pendidikan pelajaran matematika merupakan mata pelajaran pokok, ini terlihat dari banyaknya porsi jam pelajaran matematika di sekolah.
Namun, kenyataan di lapangan justru matematika merupakan pelajaran yang kebanyakan siswa tidak senang, bahkan siswa bilang "momok" pelajaran yang menakutkan ini dapat dilihat pada hasil ujian akhir di kelas VI. Hasil ujian matematika masih rendah dibanding pelajaran yang lain. Hal ini juga dialami kelas IV, nilai matematikanya masih rendah dibanding pelajaran lain, ini tampak dari hasil ulangan harian, ulangan tengah semester, akhir semester yang mendapat nilai 65 ke atas lebih sedikit dibanding 60 ke bawah.
Perolehan nilai semester I sebagai perbandingan nilai matematika dengan bidang studi yang terdiri dari PKN, Bahasa Indonesia, IPS, IPA dan Matematika ternyata nilai matematika paling rendah. Rendahnya nilai yang dicapai siswa menjadikan petunjuk bahwa di dalam pembelajaran matematika belum maksimal. Ini berarti dalam belajar matematika ada kesulitan dan hambatan. Mengenai masalah kesulitan dan hambatan belajar matematika banyak faktor penyebab, misalnya terkait dengan "motivasi". Dari hasil pengamatan terhadap siswa didapat fakta bahwa siswa malas belajar matematika, belajar matematika menakutkan, belajar matematika tidak menarik, belajar matematika membutuhkan berpikir keras karena hitung-menghitung, bahkan ada siswa karena takutnya dengan pelajaran matematika sampai sakit pusing, mungkin ini terlalu tegang bahkan ada yang sampai tidak masuk jika ada jadwal mata pelajaran matematika karena siswa belum ada motivasi untuk belajar matematika. Dari hasil pengamatan, kebiasaan mengajar khususnya pembelajaran matematika yang masih menggunakan pengajaran konvensional atau pembelajaran yang berpusat pada guru : (1) Guru dalam menyampaikan materi kurang jelas, (2) Guru mengajar tanpa alat peraga, (3) Guru mengajar secara monoton (tidak ada variasi). (4) Guru menyampaikan pelajaran dengan ceramah dengan demikian siswa tidak tertarik untuk belajar karena tidak ada yang menarik dengan kata lain siswa tidak ada motivasi untuk belajar.
Dari nilai hasil pengamatan menunjukkan motivasi belajar matematika sangat rendah. Sehingga peneliti tertarik untuk mengadakan penelitian tentang motivasi belajar matematika di kelas IV sebelum mengadakan tindakan, untuk mengukur ketercapaian tujuan penelitian, maka peneliti menentukan standar batasan pencapaian target pada setiap siklus, yaitu :
1. Siklus Pertama, target yang diharapkan peneliti adalah nilai motivasi belajar matematika siswa kelas IV (empat) > 6,0 mencapai persentase 60% dengan nilai rata-rata 5,5.
2. Siklus Kedua, target yang diharapkan peneliti adalah nilai motivasi belajar matematika siswa kelas IV (empat) > 6,0 mencapai 70% dengan rata-rata 6,5.
3. Siklus Ketiga, target yang diharapkan peneliti adalah nilai motivasi belajar matematika siswa kelas IV > 6,0 mencapai 60% dengan rata-rata 7,5.
Di sinilah guru merupakan salah satu kunci dalam meningkatkan pendidikan, guru/pendidik berkewajiban menciptakan suasana pendidikan yang bermakna, menyenangkan, kreatif, dinamis, dan dialogis (UU No. 20 Tahun 2003).
Menciptakan suasana yang menarik, suasana menyenangkan sesuai dengan pendapat Herry Sukarman (dalam Karyati 2004 : 24) membangkitkan siswa untuk belajar, antara lain sebagai berikut :
1) Usahakan tujuan semakin jelas, karena semakin jelas tujuannya semakin kuat pula motivasinya,
2) Ciptakan suasana yang sejuk dan menyenangkan,
3) Libatkan siswa secara aktif dalam pembelajaran,
4) Hubungkan pembelajaran dengan kebutuhan siswa,
5) Usahakan banyak memberi pujian daripada menghukum,
6) Berikan PR sesuai kemampuan siswa,
7) Berikan kritik dengan senyuman,
8) Berikan penjelasan kerja siswa,
9) Berikan penghargaan hasil kerja siswa.
Maka peneliti berusaha untuk menemukan jalan keluar atau solusi dalam mengatasi kesulitan dan hambatan belajar siswa kelas IV dalam pembelajaran matematika sehingga siswa termotivasi, kemauan dan kemampuan belajarnya meningkat. Dengan model PAKEM sebagai alternatif untuk meningkatkan motivasi belajar matematika. Dengan demikian, model PAKEM merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan motivasi belajar matematika pada siswa kelas IV di SDN X.
Dari beberapa pernyataan di atas, dapat dijadikan alasan Peneliti memilih/menerapkan model PAKEM untuk meningkatkan motivasi belajar matematika di kelas IV Sekolah Dasar X Jebres Kota X. Diharapkan model PAKEM dapat menciptakan suasana yang efektif, kreatif, dan menyenangkan sehingga siswa meningkat untuk belajar matematika.

B. Identifikasi Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas, timbul permasalahan yang dapat diidentifikasi sebagai berikut :
1. Adanya anggapan bahwa matematika adalah momok yang menakutkan.
2. Pembelajaran matematika yang kurang bervariasi, tanpa alat peraga sehingga siswa kurang tertarik dan mudah bosan.
3. Kurang tepatnya metode pembelajaran matematika sehingga siswa kurang termotivasi.
4. Adanya model PAKEM yang akan meningkatkan motivasi belajar siswa kepada pembelajaran Matematika.
5. Guru belum menggunakan model PAKEM.
6. Banyaknya siswa yang nilai matematikanya rendah.
7. Guru mengajar tanpa adanya alat peraga.
8. Kurangnya penguasaan siswa terhadap rumus-rumus matematika.

C. Perumusan Masalah
Berdasarkan uraian di atas, permasalahan dapat dirumuskan sebagai berikut :
1. Apakah model PAKEM dapat meningkatkan motivasi belajar matematika di kelas IV SDN X ?
2. Bagaimanakah langkah-langkah dalam menempuh model PAKEM yang ideal dalam pembelajaran matematika di kelas IV ?

D. Tujuan Penelitian
Penelitian bertujuan untuk :
1. Meningkatkan motivasi belajar matematika siswa kelas IV, melalui model PAKEM.
2. Mendeskripsikan penerapan model PAKEM dalam pembelajaran matematika di kelas IV.

E. Manfaat Penelitian
1. Manfaat Teoritis
Hasil penelitian secara teoritis diharapkan dapat memberikan solusi yang berarti bagi pengembang pendidikan dan ilmu pengetahuan khususnya yang berkaitan dengan peningkatan motivasi belajar matematika menggunakan PAKEM untuk bahan acuan penelitian yang akan datang.
2. Manfaat Praktis
a. Bagi Peneliti
Bermanfaat menentukan solusi untuk meningkatkan motivasi belajar matematika. Menggunakan PAKEM sebagai tindakan untuk meningkatkan motivasi belajar matematika.
b. Bagi Siswa
Bermanfaat untuk meningkatkan motivasi dalam belajar matematika.
c. Bagi Sekolah
Sekolah dapat meningkatkan mutu dan prestasi siswa.

Share this article :

0 komentar:

Poskan Komentar

Popular Template

 
Support : Your Link | Your Link | Your Link
Copyright © 2013. My - House - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger