Home » » SKRIPSI PENGARUH METODE QUICK ON THE DRAW TERHADAP PRESTASI BELAJAR SISWA KELAS VIII PADA BIDANG STUDI FIQIH DI SMP X

SKRIPSI PENGARUH METODE QUICK ON THE DRAW TERHADAP PRESTASI BELAJAR SISWA KELAS VIII PADA BIDANG STUDI FIQIH DI SMP X

Written By Shela Kurnia on Selasa, 09 Agustus 2011 | 10.22

(KODE : PEND-AIS-0058) : SKRIPSI PENGARUH METODE QUICK ON THE DRAW TERHADAP PRESTASI BELAJAR SISWA KELAS VIII PADA BIDANG STUDI FIQIH DI SMP X




BAB I
PENDAHULUAN


A. Latar Belakang
Pendidikan merupakan bagian integral dalam pembangunan. Proses pendidikan tidak dapat dipisahkan dari proses pembangunan yang diarahkan untuk mengembangkan sumber daya manusia dan pembangunan sector ekonomi. Keduanya saling berkaitan dan tidak dapat dipisahkan sebagai upaya untuk mengembangkan sumber daya manusia yang berkualitas, sedangkan manusia yang berkualitas dilihat dari segi pendidikan telah dirumuskan secara jelas dalam tujuan pendidikan nasional. Hal ini dapat dilihat dalam Undang-Undang system pendidikan nasional UU No. 20 tahun 2003 (2003 : 56) sebagai berikut :
"Pendidikan nasional bertujuan untuk mengembangkan potensi pesera didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga Negara yang demokratis serta bertanggung jawab".
Pemerintah bertanggung jawab atas diselenggarakannya suatu pendidikan nasional yang mampu menjamin pemerataan suatu pendidikan nasional yang mampu menjamin pemerataan kesempatan pendidikan. Peningkatan mutu serta relevansi dan efisiensi sesuai dengan tuntutan perubahan masyarakat. Berbagai perangkat perundang-undangan dan peraturan lain sudah dibuat oleh pemerintah.
Dari segi penyelengaraan pendidikan. Indonesia sebenarnya telah memiliki berbagai perangkat peraturan dan perundang-undangan yang boleh dikatakan memadai. Namun sebenarnya belum cukup untuk menghasilkan sumber daya insani.
Masalah pemerataan, relevansi dan kualitas pendidikan masih tetap merupakan persoalan klasik yang tidak kunjung terpecahkan secara tuntas. Harus diakui bahwa kualitas sumber daya manusia saat ini masih memprihatinkan sehingga perlu adanya peningkatan mutu belajar mengajar. Peningkatan tersebut tidak terlepas dari pendekatan dalam proses belajar mengajar. Karena baik tidaknya hasil belajar dapat dilihat dari mutu lulusan. Proses belajar mengajar dikatakan berhasil apabila ada interaksi antar komponen pendidikan.
Pendidikan memegang peran yang sangat penting dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia. Pendidikan adalah usaha sadar untuk menumbuhkembangkan potensi sumber daya manusia. Pendidikan dalam prakteknya berkaitan erat dengan belajar yaitu kegiatan yang berproses dan merupakan unsur yang sangat mendasar dalam setiap penyelenggaraan jenis dan jenjang pendidikan. Ini berarti berhasil atau gagalnya pencapaian tujuan pendidikan itu sangat bergantung pada proses belajar yang dialami siswa. Guru juga mempunyai peranan penting untuk menentukan keberhasilan pendidikan, karena guru harus bisa membangkitkan minat dan motivasi siswa untuk belajar.
Pembelajaran merupakan jantung dari proses pendidikan dalam suatu institusi pendidikan. Kualitas pembelajaran bersifat kompleks dan dinamis, dapat dipandang dari berbagai persepsi dan sudut pandang melintasi garis waktu. Lembaga pendidikan dituntut untuk terus meningkatkan kualitas pembelajaran dan proses penyelenggaraan pendidikan, sehingga perlu diterapkan suatu metode pencapaian kualitas pembelajaran yang dapat dilakukan melalui lembaga pendidikan dan juga melalui individu seorang guru.
Dan Berkaitan dengan kualitas sumber daya manusia, pendidikan memegang peran yang sangat penting dalam proses peningkatan kualitas sumber daya manusia. Peningkatan kualitas pendidikan merupakan suatu hasil yang terintegrasi dengan proses peningkatan kualitas sumber daya manusia itu sendiri. Menyadari pentingnya proses peningkatan kualitas sumber daya manusia, maka pemerintah bersama kalangan swasta telah dan terus berupaya mewujudkan amanat tersebut malalui berbagai usaha pembangunan pendidikan yang telah berkualitas, antara lain melalui pembangunan dan perbaikan kurikulum dan sistem evaluasi, serta penelitian bagi guru dan tenaga kependidikan lainnya. Pada kenyataannya upaya pemerintah tersebut belum cukup berarti dalam meningkatkan kualitas pendidikan.
Pada skala mikro, pencapaian kualitas pembelajaran merupakan tanggung jawab professional seorang dosen atau guru, misalnya melalui penciptaan pengalaman belajar yang bermakna bagi siswa dan fasilitas yang didapat siswa untuk mencapai hasil belajar yang maksimal. Pada skala makro, melalui sistem pembelajaran yang berkualitas, lembaga pendidikan bertanggung jawaab terhadap pembentukan tenaga pengajar yang berkualitas, yaitu yang memberikan konstribusi terhadap perkembangan intelektual, sikap, dan moral dari setiap individu peserta didik sebagai anggota masyarakat.
Faktor-faktor yang berpengaruh terhadap proses pembelajaran antara lain adalah : guru, materi, pola interaksi, media dan teknologi, situasi belajar, dan sistem. Guru yang menguasai materi dan dalam mengevaluasi siswa menuntut jawaban yang persis seperti yang ia jelaskan; dengan kata lain, siswa tidak diberi peluang untuk berpikir kreatif. Guru juga mempunyai keterbatasan dalam mengakses informasi baru yang memungkinkan ia mengetahui perkembangan terakhir di bidangnya (state of the art) dan kemugkinan perkembangan yang lebih jauh dari yang sudah dicapai sekarang (frontier of knowledge). Materi pembelajaran dipandang oleh siswa terlalu teoritis, kurang memberi contoh-contoh yang kontekstual, metode penyampaian bersifat monoton, kurang memanfaatkan berbagai media secara optimal.
Guru (pendidik) merupakan faktor penting dalam proses pembelajaran, karena guru yang akan berhadapan langsung dengan peserta didik dalam proses belajar-mengajar. Melalui guru pula ilmu pengetahuan dapat ditransferkan. Guru memegang berbagai jenis peranan yang mau tidak mau harus dilaksanakannya sebagai guru. Yang dimaksud sebagai peran adalah pola tingkah laku tertentu yang merupakan ciri khas semua petugas dari pekerjaan atau jabatan tertentu. Guru harus bertanggung jawab atas hasil kegiatan belajar anak melalui interaksi belajar mengajar. Guru merupakan faktor yang mempengaruhi berhasil tidaknya proses belajar mengajar, dan karenanya guru harus menguasai prinsip-prinsip belajar disamping menguasai materi yang akan diajarkan. Dengan kata lain : guru harus mampu menciptakan situasi kondisi belajar yang sebaik-baiknya.
Proses pembelajaran yang ada di sekolah-sekolah di Indonesia selama ini sebagian besar masih bersifat konvensional yang terpusat pada metode ceramah sehingga hanya mengoptimalkan keaktifan dan kemampuan utama guru. Pembelajaran dengan sistem ini memposisikan siswa sebagai obyek belajar yang pasif, hanya berperan sebagai penerima bahan ajar dan bukan subyek yang aktif dan berperan utuh dalam proses pembelajaran, sehingga proses pembelajaran hanya satu arah. Akibatnya, proses pembelajaran menjadi membosankan dan siswa tidak dapat mengembangkan keterampilan dan life skill-nya.
Guru sebagai pembimbing dalam proses kegiatan belajar mengajar harus memiliki metode pembelajaran yang tepat. Sebab pada pendidikan formal semua bidang pendidikan dan bidang studi harus memanfaatkan dasar mental pada tiap anak. Hal tersebut bertujuan untuk meningkatkan kemampuan mental pada tiap anak. Hal tersebut bertujuan untuk meningkatkan kemampuan mental kearah kematangan dan kedewasaan dalam arti seluas-luasnya secara terarah dan teratur.
Pendidikan dengan segala perangkatnya harus memiliki wawasan ke hari mendatang. Maka dari itu guru harus pintar-pintar dalam menyesuaikan materi pelajaran dengan metode-metode yang akan dipakai. Sehingga akan tercipta suasana belajar yang efektif dan tidak monoton. Karena metode yang monoton dalam mengajar menjadikan peserta didik tertekan dan seakan ingin lari dari kelasnya.
Hal-hal tersebut di atas, menuntut lembaga pendidikan untuk terus berusaha meningkatkan kualitas pembelajaran dan proses penyelenggaraan pendidikan. Perlu diterapkan suatu metode untuk pencapaian kualitas pembelajaran yang lebih baik di lembaga pendidikan.
Penggunaan metode pembalajaran yang bervariasi dan diseuaikan dengan karakteristik konsep yang akan diajarkan adalah salah satu cara agar pembelajaran lebih efektif. Guru juga harus menyesuaikan dengan kondisi dan suasana kelas dalam hal pemilihan dan pengunaan metode pembelajaran. Hal ini disebabakan dalam proses belajar mengajar, tidak semua siswa mampu berkonsentrasi dalam waktu yang relatif lama dan pemahaman siswa terhadap materi yang diberikan berbeda-beda, ada yang cepat, ada yang sedang dan ada yang lamban.
Berlatar belakang dari permasalahan yang terjadi di atas, peneliti mencoba untuk melakukan Penelitian eksperimen dengan menerapkan metode quick on the draw. Strategi pembelajaran ini menuntut para aktif setiap siswa dalam proses pembelajaran, dimana siswa akan belajar dalam tim dan mengembangkan kerjasamanya di dalam tim tersebut. Keberhasilan tim adalah tanggung jawab setiap siswa yang menjadi anggota di dalamnya, maka partisipasi dan kekompakan seluruh anggota sangat dibutuhkan untuk keberhasilan tim.
Quick on the draw adalah sebuah metode yang didalamnya melakukan sebuah aktivitas riset dengan insentif bawaan untuk kerja tim dan kecepatan. Aktivitas ini mendorong kerja kelompok semakin efisien kerja kelompok, semakin cepat kemajuannya. Kelompok dapat belajar bahwa pembagian tugas lebih produktif daripada menduplikasi tugas.
Metode ini memberikan pengalaman mengenai tentang macam-macam keterampilan membaca, yang didorong oleh kecepatan aktivitas, ditambah belajar mandiri dan kecakapan ujian yang lain membaca pertanyaan dengan hati-hati, menjawab pertanyaan dengan tepat, membedakan materi yang penting dan yang tidak. Kegiatan ini membantu siswa untuk membiasakan diri mendasarkan belajar pada sumber bukan guru.
Peneliti yakin dengan metode pembelajaran yang divariasi dan dimodifikasi akan memicu kreatifitas dan potensi krirtis siswa untuk aktif dalam proses pembelajaran. Dengan pembelajaran yang demikian, siswa akan mendapatkan pembelajaran yang bermakna yang menyenangkan, sehingga mereka terlepas dari perasaan bosan dan beban untuk mempelajari sekian banyak materi seperti yang sering dihadapi siswa jika pemebelajaran yang disampaikan bersifat mononton dan text book oriented.
Dengan pemilihan metode pembelajaran yang tepat selanjutnya diharapkan berpengaruh terhadap kemajuan prestasi belajar siswa. Sebagai hasil proses dari belajar mengajar, prestasi yang berhasil dicapai siswa tercermin dalam hasil evaluasi dan nilai rapor yang diperoleh siswa tiap semester. Setiap siswa diberikan pelayanan yang sama dalam proses belajar mengajar, akan tetapi hasilnya belum tentu sama antara satu anak dengan anak yang lain.
Prestasi belajar merupakan hasil yang diperoleh melalui usaha belajar. Setiap kegiatan belajar mengajar yang dilaksanakan tentunya mengharapkan prestasi belajar yang baik dan optimal. Keberhasilan belajar siswa tidaklah sama antara satu dengan yang lainnya. Selain pemilihan metode yang tepat oleh guru, faktor-faktor yang mempengaruhi prestasi belajar siswa sehingga diharapkan masalah-masalah di atas bisa terpecahkan, yaitu pemilihan metode yang tepat dan juga faktor-faktor yang berpengaruh terhadap prestasi belajar siswa.
Faktor-faktor yang mempengaruhi prestasi belajar secara garis besar dapat dibedakan menjadi dua faktor yaitu faktor internal dan juga faktor eksternal. W.S. Winkel mengemukakan :
Faktor yang berasal dari dalam diri individu meliputi faktor psikis seperti intelegensi, motivasi, sikap, minat, dan kebiasaan belajar, sedang faktor yang bersasal dari luar diri individu yaitu pengaruh proses belajar di sekolah seperti kurikulum, failitas belajar, disiplin sekolah dan guru. Faktor sosial seperti status sosial ekonomi, interaksi guru dan siswa dan faktor situasionl seperti keadaan iklim, waktu dan tempat.
Proses pembelajaran atau belajar yang dilaksanakan pada akhrinya akan terdapat hasil pembelajaran atau yang disebut dengan prestasi belajar siswa. Prestasi belajar adalah pengungkapan hasil belajar ideal meliputi segenap ranah psikologis yang berubah sebagai akibat pengalaman dan proses belajar siswa.

B. Identifikasi Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah di atas, dalam rangkan memperbaiki mutu pembelajaran dan mencapai tujuan pendidikan yang meliputi keberhasilan baik ranah kognitif, ranah afektif, dan ranah psikomotorik, lemaga pendidikan sering terbentur permasalahan yang muncul, permasalahan-permaslahan yang dihadapi di SMP X diantaranya :
1. Guru belum maksimal memerankan fungsinya sebagai pemimpin, fasilitator, pembimbing, dinamisator maupun motivator.
2. Sebagian besar siswa beranggapan bahwa mata pelajaran fiqih adalah mata pelajaran yang membutuhkan tingkat pemahaman yang tinggi.
3. Proses pembelajaran yang dilakukan masih terpusat pada metode konvensional yang satu arah dan cenderung Text Book Orionted.
4. Masih rendahnya keaktifan dan partisipasi siswa dalam mengikuti proses pembelajaran fiqih.
5. Masih rendahnya pemahaman siswa dilihat dari ulangan harian pada materi sebelumnya.
6. Masih kurang dikembangannya startegi dan metode pembelajaran yang mengikutsertakan partisipasi aktif siswa.

C. Rumusan Masalah
Untuk menghindari masalah yang terlalu umum dalam skripsi ini, maka penulis rumuskan permasalahan yang ada agar permasalahan tersebut lebih terfokus terhadap tema isi skripsi ini. Adapun rumusan masalah tersebut sebagi berikut :
1. Bagaimana aktivitas guru selama proses pembelajaran dengan menggunanan metode quick on the draw di SMP X?
2. Bagaimana aktivitas siswa selama proses pembelajaran dengan menggunakan metode quick on the draw di SMP X?
3. Bagaimana prestasi belajar siswa selama proses pembelajaran denagan menggunakan metode quick on the draw pada mata pelajaran Fiqih SMP X?

D. Tujuan Penelitian
Berdasarkan rumusan masalah yang dikemukakan di atas maka tujuan penelitian adalah untuk mengetahui :
1. Penggunaan metode quick on the draw di SMP X.
2. Prestasi siswa selama proses pembelajaran dengan menggunakan metode quick on the draw di SMP X.
3. Untuk mengetahui adanya pengaruh penggunaan metode quick on the draw terhadap peningkatan prestasi belajar siswa pada mata pelajaran Fiqih di SMP X.

E. Manfaat Penelitian
Ada beberapa nilai guna yang dapat diambil dari hasil penelitian ini, antara lain :
1. Bidang Akademik
Dalam kaitanya dengan penelitian ini maka manfaat akademik ilmiahnya adalah diharapkan hasil penelitian tersebut dapat menyumbangkan khasanah ilmu pengetahuan, khususnya ilmu pengetahuan Islam.
2. Bidang Sosial Praktis
Maksudnya adalah bahwa penelitian ini diharapkan :
a. Bagi sekolah bahwa hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai bahan pertimbangan sekaligus sumbangan pemikiran dalam usaha mengefektifkan pembelajaran Fiqih dalam metode quick on the draw sehingga salah satu metode pembelajaran di SMP X.
b. Bagi guru agama, dapat memberikan masukan dalam upaya peningkatan kualitas pembelajaran dengan mengembangkan metode pembelajaran untuk menyampaikan materi pelajaran Fiqih agar lebih bermakna, efektif, dan efisien.
c. Bagi siswa, untuk meningkakan motivasi dan prestasi belajar siswa melalui pembelajaran yang aktif, menarik dan tercapainya keseimbangan intelektual dan keterampilan praktis.
d. Bagi peneliti sebagai calon guru, dapat memberikan pengalaman dalam penggunaan strategi pembelajaran sehingga hasil yang telah dicapai lebih efektif dan efisien.

F. Batasan Masalah
Agar masalah penelitian ini terfokus, maka perlu adanya batasan, dalam penelitian ini, pembahasan hanya dibatasi pada :
1. Aktivitas guru selama penggunaan metode quick on the draw.
2. Aktivitas siswa selama penggunaan metode quick on the draw.
3. Prestasi belajar siswa selama penggunaan metode quick on the draw.

G. Hipotesis
Hipotesis dapat diartikan sebagai suatu jawaban yang bersifat sementara terhadap permasalahan penelitian, sampai terbukti malalui data yang terkumpul. Hal ini berarti bahwa dia akan ditolak jika salah dan diterima jika fakta-fakta membenarkan. Berkaitan dengan ini penulis mempergunakan hipotesis kerja sebagai kesimpulan sementara, yaitu dengan rumusan sebagai berikut :
1. Hipotesis kerja atau Hipotesis Alternatif (Ha)
Yaitu hipotesis yang menyatakan adanya hubungan antara variable x dan y (independent dan dependent variable). Jadi hipotesis kerja (Ha) dalam penelitian ini adalah : "Ada pengaruh metode quick on the draw terhadap prestasi belajar siswa pada mata pelajaran Fiqih di SMP X."
2. Hipotesis Nihil atau Hipotesis Nol (Ho)
Yaitu hipotesis yang menekankan tidak adanya hubungan antara variable x dan y (independent dan dependent variable). Jadi hipotesis nihil (Ho) dalam penelitian ini adalah : "Tidak ada pengaruh metode quick on the draw terhadap prestasi belajar siswa pada mata pelajaran Fiqih di SMP X".

H. Definisi Operasional dan Variabel Penelitian
1. Definisi Operasional
Definisi operasional adalah definisi yang didasarkan atau sifat-sifat hal yang didefenisikan yang dapat diamati atau diobservasikan. Konsep ini sangat penting karena hal yang diamati itu membuka kemungkinan bagi orang lain untuk melakukan hal serupa. Sehingga apa yang dilakukan oleh penulis terbuka untuk diuji kembali oleh orang lain.
Dan untuk menghindari kekeliruan dan kesalahpahaman dalam mengartikan judul skripsi ini penulis akan uraikan maksud judul tersebut :
a. Pengaruh yang dimaksudkan dalam penelitian ini adalah daya yang timbul dari sesuatu, yaitu metode quick on the draw terhadap peningkatan prestasi belajar siswa pada mata pelajaran Fiqih di SMP X.
b. Metode quick on the draw : Suatu metode mengajar yang bersifat kerja kelompok dan menonjolkan pada daya kecepatan aktivitas, diantaranya berpikir, membaca, berbicara, menulis dan menjawab pertanyaan.
c. Prestasi belajar fiqih adalah hasil penguasaan siswa terhadap materi pelajaran Fiqih yang telah dipelajari dalam bentuk tes. Prestasi belajar dalam hal ini hasil belajar meliputi, tiga ranah kognitif, afektif, dan psikomotorik.
d. Siswa : Peserta didik yang masih menempuh pendidikan di tingkat SD/SMP/SMA atau belum menempuh pendidikan kuliah.
Dari definisi di atas, maka dapat penulis tegaskan bahwa maksud dari judul pengaruh metode quick on the draw terhadap peningkatan prestasi belajar siswa pada mata pelajaran fiqih adalah bertujuan untuk mencapai suatu keinginan yang lebih baik dari sebelumnya dalam memotivasi belajar siswa pada mata pelajarn fiqih yang merupakan bagian dari langkah untuk mempermudah mengakses pelajaran yang disampaikan tersebut.
2. Variabel Penelitian
Variabel adalah gejala yang bervariasi, sedangkan gejala merupakan objek penelitian, berarti variabel adalah objek penelitian yang bervariasi. Adapun variabel atau apa yang menjadi titik perhatian dalam skripsi ini, ada dua variabel yaitu :
a. Variabel Bebas (Independent) : Metode quick on the draw
b. Variabel Terikat (Dependent) : Prestasi belajar siswa

I. Sistematika Pembahasan
Untuk mendapatkan gambaran yang lebih mudah dan jelas serta dapat dimengerti, maka di dalam skripsi ini secara garis besar akan penulis uraikan pembahasan pada masing-masing bab berikut ini :
BAB I : Merupakan bab pendahuluan, yang terdiri dari 1) latar belakang masalah 2) rumusan masalah 3) tujuan penelitian 4) kegunaan penelitian 5) Hipotesis penelitian 6) definisi operasional 7) batasan masalah 8) sistematika pembahasan.
BAB II : Merupakan bab kajian pustaka, yang berisi tentang 1) kajian teori tentang metode quick on the draw yang membahas tentang pengertian metode quick on the draw, tujuan dan manfaat metode quick on the draw, langkah-langkah metode quick on the draw, komponen pendukung metode quick on the draw, teknik penyampaian metode quick on the draw, dan kelebihan serta kelemahannya. 2) kajian teori tentang prestasi belajar, yang berisi tentang : pengertian prestasi belajar, faktor-faktor yang mempengaruhi prestasi belajar, jenis-jenis prestasi belajar, ragam tes prestasi belajar, dan mengukur prestasi belajar fiqih 3) tinjauan tentang pembelajaran fiqih, yang berisi tentang : pengertian tentang pembelajaran fiqih, tujuan pembelajaran fiqih, ruang lingkup fiqih, fungsi pembelajaran fiqih, materi pembelajarn fiqih, dan metode-metode pembelajarn fiqih. 4) kajian teori tentang pengaruh metode quick on the draw terhadap peningkatan prestasi belajar.
BAB III : Merupakan bab Metode Penelitian, yang berisi tentang 1) identifikasi variabel; 2) jenis dan pendekatan penelitian; 3) rancangan penelitian; 4) populasi dan sampel; 5) jenis data dan sumber data : 6) metode pengumpulan data dan; 7) teknik analisis data.
BAB IV : Merupakan bab tentang Hasil Penelitian, yang berisi tentang 1) gambaran umum objek penelitian. 2) deskripsi data; 3) analisis data dan pengujian hipotesis.
BAB V : Merupakan bab yang membahas tentang pembahasan dan diskusi hasil penelitian.
BAB VI : Merupakan bab terakhir yang berisi tentang : 1) simpulan; 2) saran.
Share this article :

0 komentar:

Poskan Komentar

Popular Template

 
Support : Your Link | Your Link | Your Link
Copyright © 2013. My - House - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger